Selasa, 27 Desember 2011

Tugas PBD ===> DDBMS

DBMS dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai  
peladen basis data,      
MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak      
Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhansistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja 
sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modusnon-transaksional.   
Prosedur eksekusi transaksi yang bermulai pada lokasi di S1 adalah sebagai berikut ,    
• Koordinator transaksi ( TC1) di lokasi S1 membagi transaksi ke dalam sejumlah subtransaksi dengan menggunakan informasi yang berasal dari katalog sistem global.          
• Komponen komunikasi data di lokasi S1 mengirimkan subtransaksi – subtransaksi yang di terima oleh lokasi S2 dan S3.           
• Koordinator transaksi di lokasi S2 dan S3 mengatur subtransaksi – subtransaksi ini. Hasilnya, substransaksi – subtransaksi dihubungkan kembali ke TC1, melalui komponen komunikasi data.
           
mySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :  

Ø      Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.    
Ø      Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebag perangkat lunak, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.  
Ø      Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.    
Ø      'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.           
Ø      Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.          
Ø      Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
Ø      Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, , dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.  
Ø      Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.        
Ø      Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).          
Ø      Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.    
Ø      basis data        
Ø      Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi Application Programming Interface.           
Ø      Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.    
Ø      Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan lainnya.            

Minggu, 18 Desember 2011

Deadlock . . . !!!

Deadlock ialah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih saling menunggu proses yang lain untuk melepaskan resource yang sedang dipakai. Deadlock terjadi karena beberapa proses itu saling menunggu dan tidak terjadi kemajuan dalam stiap prosesnya (proses berbenturan).

Penjelasan yang lebih mudah tentang Deadlock ialah dimana ketika kita sedang menggunkan PC ataupun laptop trus tiba-tiba kondisi monitor menjadi NG-bleng ataupun Ng-heng.



 





1). Algoritma Banker
Merupakan  sebuah strategi untuk menghindari deadlock. algoritma ini disebut algoritma banker karena algoritma ini mencegah terjadinya deadlock dengan memutuskan apakah menyetujui atau menunda permintaan sumber daya oleh proses. ketika sebuah meminta sumber daya maka permintaan tersebut harus diperiksa oleh banker. dalam algoritma banker setiap nasabah memiliki batas kredit dan apabila seorang nasabah telah menyelesaikan semua permasalahan bisnisnya dan dapat mengembalikan pinjamannya kepada bank .

Algoritma Banker merupakan bentuk penjadualan yang dilakukan prosesor untuk mencegah terjadinya deadlock. yang dilalukan algoritma banker jika terjadinya deadlock ialah dengan memutuskan apakah menyetujui atau menunda permintaan suatu proses. misalkan pada suatu proses pasti akan meminta beberapa memory dan register pada system untuk dapat melakukan proses. maka pencegahannya prosesor akan menyediakan memory dan register yang akan dibutuhkan, juga akan menetapkan batas max yang akan diberikan .

2). Algoritma Safty
Algoritma Safety merupakan suatu bentuk algoritma yang mana selalu menginginkan kondisi system dalam keadaan aman. karena pencegahan yang dilakuka oleh algoritma safety ialah dengan menanyakan suatu proses apakah proses sudah dalam keadaan selesai atau belum dengan membandingkan waktu proses dan lamanya eksekusi proses dan melihat apakah kondisi system dalam keadaan aman atau deadlock.

Algoritma ini adalah algoritma yang dipakai untuk menentukan apakah sebuah sistem berada dalam keadaan safe state atau unsafe state . algoritma ini dipakai oleh bankir untuk memeriksa keadaan sistem setelah peminjaman, apakah berada dalam kondisi safe atau tidak apabila berada dalam kondisi safe, maka ini berarti sumber daya yang tersisa dapat menjamin pemenuhan pinjaman oleh semua proses yang  masih aktif, semua proses akan berakhir dengan aman dan tidak akan menyebabkan deadlock apabila kondisi unsafe, maka ini berarti terdapat kemungkinan untuk terjadinya deadlock .


3). Algoritma Ostrich
Dalam algoritma ostrich ini dijelaskan bahwa untuk menangani deadlock ialah dengan berpura-pura bahwa tidak ada masalah apapun. hal ini seakan-akan melakukan hal yang patal, tetapi sistem operasi unix menanggulangi deadlock dengan cara ini dengan tidak mendeteksi deadlock dan membiarkannya secara otomatis mematikan program, sehingga seakan-akan tidak terjadi apapun. jadi jika terjadi deadlock, maka tabel akan penuh, sehingga proses yang menjalankan proses harus menunggu pada waktu tertentu dan mencoba lagi.

Sekian, semoga bermanf'at..